Kedungwinangun, 1 November 2025 — Siswa SD Negeri 3 Kedungwinangun bersama mahasiswa Program Pembelajaran Berdampak Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2025 melaksanakan program ecobrik sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik di lingkungan sekolah.
Program ecobrik ini diinisiasi oleh mahasiswa Pembelajaran Berdampak UNS dengan tujuan memanfaatkan sampah anorganik menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya berupa papan nama sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk peduli terhadap lingkungan sejak dini sekaligus belajar tentang pengelolaan sampah secara kreatif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas I hingga kelas VI. Setiap hari, para siswa secara rutin mengumpulkan dan menyimpan sampah anorganik ke dalam botol bekas yang telah disediakan. Sampah tersebut dipadatkan hingga memenuhi botol sebagai bahan dasar ecobrik.
Pada tanggal 1 November 2025, terkumpul kurang lebih 300 botol berisi sampah anorganik. Ratusan botol ecobrik tersebut kemudian dirangkai oleh siswa dan mahasiswa menjadi sebuah papan nama sekolah yang akan dipasang di lingkungan SD Negeri 3 Kedungwinangun.
Program ecobrik ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan sekolah, serta menjadi contoh nyata penerapan pendidikan berbasis eco-pedagogy di tingkat sekolah dasar.
